You are currently viewing Menyambut ITB Ultra Marathon 2019

Menyambut ITB Ultra Marathon 2019

Akhir pekan lalu (28/7) , dengan dimotori oleh Ka.Divisi Pelayanan Alumni ITB (Rezki Windarta 2002) kami mencoba untuk mengajak beberapa Alumni Fisika ITB untuk mengikuti event Pocari Sweat Bandung Marathon. Buat saya, ajakan ini sangatlah menarik, selain memang saya sendiri belum pernah ikutan event sejenis, saya juga sudah jarang sekali berolahraga. Tanpa berpikir panjang, saya langsung “OK” dengan ajakan tersebut. Masalah bisa kuat lari atau tidak, itu nanti saja – yg penting kita niatkan dulu untuk hidup sehat.

Alhasil, ternyata banyak juga peserta Alumni Fisika ITB yg ikut berlari di Pocari Run Bandung Marathon, namun kita tidak saling terhubung sebelumnya, alias ketemu di TKP langsung. Artinya, tidak sedikit dari kita yang memiliki hobi yang sama.

Terlebih lagi , ada juga alumni fisika yg ikut di Nomor 42 KM (Full Marathon) dan 21 KM (Half Marathon) , sungguh suatu hal yg luar biasa, setidaknya bagi saya pribadi yang baru sanggup mengikuti nomor 5 KM. Sebagai pemula di kegiatan lelarian ini, saya memang mencoba ikut di nomor lari yang paling bawah yaitu 5 KM, syukur alhamdulillah bisa menyelesaikan sebelum cut-off dengan kondisi sehat wal afiat tanpa adanya cedera.

Pada mulanya seperti saya sudah sebut sebelumnya, bahwa harapan ikut event ini sebetulnya sederhana, biar badan jadi sehat. Tapi lebih dari itu, ada target lain yang lebih besar yang memang sudah kita (baca: IAFI) mimpikan bersama, yaitu keinginan agar IAFI ITB bersama-sama maju sebagai sebuah kontingen di gelaran Ultra Marathon ITB 2019 – 200K . Buat siapa pencapaian ini akan kita berikan ? Sederhana jawabnya, kami ingin berlari untuk almamater Fisika ITB. Karena setiap kilometer yang akan ditemouh pelari akan merepresentasikan donasi yang nantinya akan dikembalikan ke Program Studi Fisika ITB.

Sebagai informasi tambahan juga, bahwa IAFI ITB saat ini sudah mengamankan 1 slot kontingen Relay 18 di Ultra Marathon 2019. Apa itu Relay 18 ? Mungkin secara sederhana, Relay 18 itu seperti lari estafet dengan diwakili 18 org dari setiap komunitas/kontingen – ini juga saya baru paham. 😊 Yang pasti lari Jakarta-Bandung (200 KM) ini tidak lantas dilahap sendirian, tapi kita bersama-sama akan berlari secara bergantian.

Tidak hanya pelari yang harus siap, karena durasi lari yang secara target harua diselesaikan selama 36 jam dan diikuti hampir 3500 pelari harus juga memiliki tim support yang solid. Solid dari sisi jumlah pelari, jumlah anggota tim support dan support dana yg mencukupi agar ke-18 pelari dapat menyelesaikan etapenya dalam kondisi sehat dan selamat. Kenapa seperti itu, karena medan yang dihadapi tidak mudah, terdapat road risk dijalur Jakarta-Bandung ditambah lagi pelari harus lari di jam malam.

Kami sadar bahwa kami tidak sendirian disini, karena kita adalah satu Fisika ITB dan satu IAFI ITB. Mohon dukungan dari rekan-rekan Alumni Fisika ITB lintas angkatan agar kami dapat menyelesaikan misi mulia ini. Untuk Tuhan, Bangsa dan Almamater.

Salam,
Badai Samudra Djatmiko – FI 03
Ketua Ikatan Alumni Fisika ITB

Leave a Reply