You are currently viewing Self Insight Awareness

Self Insight Awareness

Oleh Muhammad Sabiq Tafwidlul Maula

SIAware atau “Self Insight Awareness Training” merupakan kegiatan pelatihan yang menarik bagi saya, dimana awal saya mengetahuinya bermula dari amanah saya sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Fisika ITB 2019/2020 mengantarkan saya berkenalan dengan kang Badai, Ketua Ikatan Alumni Fisika ITB. Ditawarkan oleh beliau untuk mengikuti pelatihan ini, dan saya menyambutnya dengan senang hati karena dibantu dengan sepenuh hati. SIAware ini merupakan kegiatan yang dicetuskan oleh Ikatan Alumni ITB untuk mahasiswa ITB, seiring berjalannya waktu hingga di tahun 2019 ini terdapat banyak peserta dari berbagai latar belakang bukan hanya mahasiswa ITB.

Sebelum pelatihan tersebut, saya merupakan seorang pribadi yang cenderung acuh terhadap orang lain. Hanya menjadi orang permukaan, tanpa mendalami dan menghargai setiap pribadi yang berinteraksi dan bertemu dalam setiap persimpangan. Sebatas basa-basi tanpa melihat lebih dalam lagi untuk tau secara pasti kondisi sebagai teman agar menjadi teman sejati. Hal ini terbentuk karena saya menyadari bahwa saya cenderung mudah untuk berinteraksi, serta memiliki banyak kenalan dimanapun saya berdiri, membuat saya memilih hanya sebagai orang permukaan tanpa kehadiran banyak teman seperjuangan. Itulah salah satu hal yang baru saya sadari setelah melewati pelatihan SIAware, sangat berarti dan berkesan bagi saya pribadi.

Pelatihan tersebut membuat saya sadar bahwa ternyata apa yang saya terima jauh melebihi apa yang saya espektasikan. SIAware benar-benar menjadi miniatur bagi kehidupan saya sendiri, didalamnya saya melihat bagaimana saya berpikir dan bersikap terhadap satu hal. Sesuai dengan namanya, saya dilatih untuk benar-benar mengenal diri saya sendiri, lebih menyadari lagi bahwa terdapat satu cara pandang yang berbeda dalam merespon tiap fenomena kehidupan yang terjadi. Tentu penerimaan setiap individu akan berbeda, karena setiap individu yang ada disana tentu sedang dalam fase berbeda dalam hidupnya.

Untuk saya, SIAware menyadarkan bahwa kemampuan saya dalam memandang suatu hal merupakan kunci untuk menghasilkan satu tindakan yang berarti. Sudut pandang mengenai suatu hal dapat menggambarkan sejauh mana diri saya mengenal dan sadar terhadap potensi dan apa yang saya miliki. Dengan modal tersebut akan menghasilkan satu pribadi yang lebih bijak dan mantap terhadap tiap keputusan yang diambil. Sebelumnya saya merasa bahwa kehidupan berjalan begitu saja bagi saya, terasa hanya mengalir dalam aliran deras terjangan waktu yang mengikat. Hingga saya mendapatkan kesimpulan, bahwa pusat semesta kehidupan saya sendiri adalah diri saya sendiri, sudut pandang saya terhadap kehidupan adalah semesta kehidupan yang saya ciptakan.

SIAware membuat saya bisa lebih membuka diri, dan menghargai siapa dan apapun peran orang lain yang bertemu dalam setiap persimpangan kehidupan. Kedatangan orang lain dalam hidup saya tentu tidak akan sia-sia dan memiliki perannya dalam mewarnai dan merangkai semesta kehidupan saya. Hal tersebut membuat saya lebih tertarik dalam mendalami dan menyelami tiap peran setiap orang yang bertemu dengan saya dalam kehidupan ini.

Setiap sesi yang ada didalamnya selalu memiliki nilai yang besar memberikan manfaat dan pelajaran berharga yang tak terkira, tidak pernah terbesit dalam pikiran saya. Semakin saya membuka diri dan jujur terhadap diri saya sendiri pada setiap sesinya, dampak yang terasa bagi diri ini lebih terasa dan berharga. SIAware juga memberikan pelajaran bagi diri saya untuk selalu bersyukur, menerima, dan menghargai diri sendiri dan terhadap apa yang saya miliki. Tentu selain itu, dari SIAware saya mendapatkan jaringan pertemanan baru, teman-teman yang bersama dengan saya menjalani dan menikmati setiap proses dalam SIAware 32. Sebelumnya terimakasih kepada Kang Badai dan kakak-kakak IAFI ITB lainnya telah memberikan kesempatan bagi saya untuk merasakan SIAware ini, terimakasih banyak dan semoga bisa terbalas kebaikannya. Wassalamualaikum wr. Wb.

Leave a Reply