You are currently viewing ITB Ultra Marathon 2019 – Sensasi Finish yg Warbiyasaaa…..

ITB Ultra Marathon 2019 – Sensasi Finish yg Warbiyasaaa…..

Di ITB Ultra Marathon, berhasil melewati garis finish bukanlah sekedar pencapaian individu dari pelari, tapi merupakan kegembiraan dari tim secara keseluruhan yang bahkan ikut dirasakan oleh tim support yang dapat dikatakan hanya ikut menemani sepanjang perlombaan ini. Event lari tahunan yang sudah berlangsung dari tahun 2017 digagas untuk menyemarakan HUT ke-100 kampus ITB, yang puncaknya akan jatuh pada tahun 2020 nanti.

Tahun 2019 ini menjadi tahun pertama dari IAFI ITB mengirimkan tim ke event lomba lari ini. Satu tim yang terdiri dari 18 pelari (gabungan angkatan 2002 sampai angkatan 2013) yang mengikuti event ini dalam kategori relay-18. Pada perlombaan ini, para tim peserta diperbolehkan melakukan fund raising yang bertujuan untuk mendukung kegiatan pendidikan di ITB pada umumnya, pada kesempatan ini kita berlari dengan misi penggalangan dana untuk beasiswa adik-adik kita di ITB dan juga untuk renovasi ruang kuliah 1201 di ITB.

Keberjalanan dari tim ini tidak akan bisa berlari dengan lancar dan baik tanpa dukungan kuat dari tim support HIMAFI ITB yang berjumlah 10 orang dan didominasi adik-adik dari HIMAFI angkatan 2017 dan 2016, tak lupa adanya bantunan dari donasi para alumni serta dukungan dari para sponsor.

Perlombaan ini dimulai pada tanggal 11 oktober 2019 jam 22.00 dengan pelari pertama adalah Mangihut Bernard Sinaga (Fi ’02) dengan garis start dari kantor pusat BNI di jalan Sudirman Jakarta melewati jalur puncak hingga garis finish berada di kampus ITB ganesha pada hari minggunya pukul 01.25 dini hari dengan pelari terakhir adalah Badai Samudra Djatmiko (Fi’ 03). Dalam perlombaan ini memang tim yang bernama IAFI 1201 ini belum mampu mempersembahkan kemenangan, namun dalam perjalanannya dapat dikatakan mereka sudah dapat meraih kemenangan tersendiri karena telah finish lebih cepat dari yang diperkirakan. Saat melewati medan berat terutama dari water station (ws) 5 yaitu dari Cibuluh hingga ws 8 di Merimba Garden di Puncak, dapat dilewati dengan baik dan juga melebihi ekspektasi durasi yang diperkirakan. Rasa lelah dan nyeri yang dirasakan ini seakan-akan dapat dilupakan sejenak ketika bersama-sama mengiring pelari terakhir melewati garis finish.

Di acara ini kami mendapatkan banyak pengalaman baru, berkenalan dengan adik-adik HIMAFI yang bertugas sebagai tim support, bertemu dengan alumni yang baru dikenal saat berada di tim ini. Bertemu dengan teman dari jurusan, unit dan angkatan lain selama perlombaan ini berlangsung membuat acara Ultra Marathon ini lebih dari sekedar sebuah event marathon. Tidak mengira dapat berkenalan dan bercakap-cakap dengan salah seorang alumni angkatan 84 akan menuju di titik larinya ketika dalam satu shuttle yang sama. Bercanda dengan alumni muda dari angkatan 2014 saat di ws 14, yang mungkin akan susah dipertemukan dalam event acara yang diadakan di dalam kampus.

Tahun depan merupakan ulang tahun emas kampus tercinta kita ini, tak sabar menunggu keasyikan apa lagi yang akan dididapatkan jika nantinya dapat mengikuti lagi Ultra Marathon ini, semoga para alumni Fisika ITB dapat meluangkan waktunya untuk ikut menyemarakkan acara ini, dan sangat ditunggu antusiasme dari adik-adik mahasiswa HIMAFI sebagai tim support atau saat bersama-sama menyambut di garis finish.

Semoga acara ini membuat kita semakin bersemangat dalam berolahraga sehingga nantinya dapat membawa dampak positif dalam kehidupan sehari-hari, misalnya tugas dan kerja kita menjadi semakin baik hasilnya juga semakin mudah untuk diselesaikan.

Mens sana in corpore sano

Leave a Reply