You are currently viewing Yuni – Fisika 2016 perjuangan menghadapi penyakit di tengah himpitan ekonomi keluarga

Yuni – Fisika 2016 perjuangan menghadapi penyakit di tengah himpitan ekonomi keluarga

Yuni Prastika adalah adik kita/ saudara kita / teman kita yang masih berkuliah di Fisika ITB Angkatan 2016 dan saat ini sedang berjuang melawan kanker limfoma.
164.00% Raised
Rp 41.000.000 donated of Rp 25.000.000 goal
140 Donors
Campaign has ended
Yuni – Fisika 2016 perjuangan menghadapi penyakit di tengah himpitan ekonomi keluarga
Yuni Prastika adalah adik kita/ saudara kita / teman kita yang masih berkuliah di Fisika ITB Angkatan 2016 dan saat ini sedang berjuang melawan TB Kelenjar dan Tumor Kelenjar (mengarah ke kanker limfoma).
Ekonomi keluarga yg memburuk
Secara ekonomi, pada tahun-tahun awal perkuliahan, keluarga Yuni merupakan keluarga yg berkecukupan, sehingga untuk melanjutkan perkuliahan tidak diperlukan dana bantuan apapun sejenis beasiswa. Namun, beberapa tahun terakhir usaha orangtuanya (bengkel las) menghadapi masa sulit dan akhirnya harus gulung tikar. Hal inilah yg pada akhirnya memicu kepindahan keluarga Yuni dari Ibukota Jakarta menuju kota asalnya di Pekalongan – Jawa Tengah. Akibat kondisi usaha orangtuanya yang bangkrut, dalam 4 semester terakhir ini Yuni mengalami kesulitan untuk membayar biaya kuliah maupun biaya untuk penunjang kuliah seperti biaya kost dan biaya hidup sehari hari.
Pada tahun 2018, Yuni bersama-sama Program Studi Fisika ITB akhirnya mendapatkan Beasiswa Uang perkuliahan dari Mitsubishi sebesar (5jt + 5jt). Dimana sebesar Rp 5.000.000,- yang pertama sudah dicairkan.
Diagnosa TB Kelenjar dan Tumor Kelenjar
Pada semester Genap tahun 2018, Yuni terdiagnosa terkena penyakit TB Kelenjar dan Tumor Kelenjar , yang pada akhirnya mengharuskan Yuni bolak balik Jakarta-Pekalongan, karena keluarganya sudah pindah ke sana. Ditengah kondisi tersebut, Yuni akhirnya memutuskan untuk mengajukan cuti perkuliahan dikarenakan dia ingin fokus untuk menjalani pengobatannya.
Selama proses pengobatan di Jakarta, tentunya biaya yang sudah dikeluarkan Yuni tidak sedikit (biaya kostan, transport dan biaya hidup sehari hari). Dengan kondisi orang tua yg tidak berpenghasilan tetap, hal ini sungguh dirasakan sangat berat oleh Yuni. Hingga pada akhirnya uang beasiswa untuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) akhirnya terpakai untuk biaya pengobatan.
Tunggakan uang kost
Kost an yg selama ini dipergunakan masih menunggak selama 3 bulan sehingga Yuni diminta untuk mengosongkan barang yg ada di dalam nya. Syukur alhamdulillah, ada Alumni Fisika ITB yg telah bersedia untuk menanggung tunggakan uang kost sebesar Rp 1.800.000,- dan IAFI ITB secara langsung telah bertemu dengan ibu kost untuk menyampaikan donasi tersebut. Hingga akhirnya disepakati bahwa barang-barang Yuni yg tersisa masih dapat disimpan ditempat lain di rumah tersebut tanpa harus mengeluarkan biaya sepeserpun.
Kondisi terkini Yuni
Pengobatan untuk TB Kelenjar masih dilanjutkan dengan dibantu oleh BPJS. Lain halnya dengan diagnosa tumor kelenjar (diduga mengarah pada kanker limfoma), hal ini belum dikonsultasikan lebih lanjut dengan dokter spesialis, karena Yuni sudah kehabisan biaya (terutama akomodasi dan biaya hidup) dan harus kembali ke Pekalongan.
Atas kondisi tersebut, kami ingin mengajak rekan-rekan Alumni Fisika ITB untuk bersama-sama meringankan beban Yuni Prastika dalam perjuangan nya melawan penyakitnya. Tak lupa kami selaku pengurus IAFI ITB mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas donasi yang telah diberikan oleh para donatur. Semoga Tuhan membalas kebaikan teman teman semua.